whatsapp

Pertanda Budaya Kerja yang Toxic

Pertanda budaya kerja yang toxic tidak selalu mudah dikenali. Lingkungan kerja sehat dapat menghasilkan pertukaran ide dan keahlian secara terbuka. Akan tetapi seseorang bisa saja terjebak dalam suatu lingkungan kerja toxic. Lingkungan kerja dinamis terkadang mempersulit untuk menemukan tanda-tanda yang menunjukkan budaya kerja toxic. Perusahaan bahkan mungkin tidak menyadari hal tersebut berada di sekitar mereka. Maka dari itu, penting sekali untuk mengetahui beberapa pertanda budaya kerja yang toxic sehingga perusahaan dapat melakukan evaluasi.

Penjelasan Pertanda Budaya Kerja Toxic

Definisi

Budaya kerja toxic dideskripsikan sebagai hubungan antara pekerja dan lingkungan kerja. Budaya kerja toxic adalah suatu budaya dimana tempat kerja berisikan gangguan seperti pertengkaran dan pegawai tidak bahagia sehingga produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja memburuk.

Pertanda Budaya Kerja Toxic

Kurangnya Transparansi di Tempat Kerja

Transparansi di tempat kerja adalah komunikasi dua arah secara terbuka antara pihak manajemen dan pegawai. Kurangnya transparansi akan membuat pegawai merasa memiliki keterbatasan informasi tentang bisnis perusahaan. Akibatnya, pegawai cenderung tidak mempercayai atasan dan eksekutif mereka. Ketidakpercayaan ini juga akan mengarah pada rendahnya employee engagement. Rendahnya employee engagement dapat secara langsung mempengaruhi kinerja perusahaan dikarenakan berkurangnya produktivitas, ketidakhadiran pegawai, kualitas kerja memburuk, dan tingkat turnover tinggi,

Kurangnya Kesetaraan Keberagaman di Tempat Kerja

Dalam budaya kerja yang sehat, pegawai dari semua latar belakang memiliki akses dan peluang yang sama. Baik itu peluang formal seperti promosi ataupun informal seperti berbagai pandangan keahlian untuk mengambil keputusan. Sebaliknya, budaya kerja toxic akan mengecualikan dan bahkan mendiskriminasi kelompok yang kurang representasi di struktur perusahaan, Salah salah satu contoh budaya kerja toxic terhadap kelompok tertentu di Indonesia adalah diskriminasi penggajian pekerja perempuan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh International Labor Organization (ILO) pada tahun 2020, ditemukan bahwa pekerja perempuan rata-rata mendapatkan gaji sebesar Rp 2.454.023. Rata-rata gaji ini lebih rendah dari laki-laki yang mendapatkan Rp 3.184.084. Permasalahan gender gap pada survei ILO tidak dipengaruhi dengan tingkat pendidikan pekerja perempuan. Baik itu lulusan SD, SMP, SMA, atau bahkan universitas, gaji pekerja perempuan tetap lebih rendah dari pekerja laki-laki.

Tidak Ada Kesempatan Berkembang untuk Pegawai

Jika lingkungan kerja tampaknya tidak menawarkan mobilitas apapun, bimbingan, memajukan keterampilan ataupun karir tenaga kerjanya, maka kemungkinan besar perusahaan tidak berinvestasi dalam pertumbuhan pegawai. Tidak adanya kesempatan berkembang menyebabkan pegawai terjebak dalam rutinitas yang menolak gagasan dan ketidakmampuan untuk maju. Pegawai akan mengalami penurunan produktivitas, ketidakmampuan mengatasi tantangan, dan sikap apatis.  

Faktor Penanggulangan Budaya Kerja Toxic

Employee Engagement

Employee engagement adalah sumber hubungan emotional antara pegawai dan perusahaan. Hubungan tersebut menyelaraskan tujuan pribadi pegawai dengan visi perusahaan dan pada dasarnya meningkatkan produktivitas. Pegawai yang terlibat lebih banyak pada aktivitas perusahaan akan bekerja dengan sikap progresif serta membangun reputasi dan nilai perusahaan. Employee engagement merupakan metode ideal untuk menghindari burnout dan memanjakan emosi pegawai dalam perilaku positif dan perasaan terlindungi di tempat kerja.

Support Perusahaan

Perusahaan memiliki kewajiban memperhatikan kesejahteraan pegawai. Support organisasi memfasilitasi dukungan instrumental mulai dari sosial hingga emosional tenaga kerja sehingga mampu mengurangi stres dan kelelahan pegawai.

Employee Wellbeing

Employee wellbeing merupakan akselerator keberhasilan perusahaan, menyelamatkan bisnis dari produktivitas rendah dan mengurangi biaya asuransi akibat buruknya kesehatan pegawai. Perusahaan yang progresif harus memastikan bahwa kebijakan dan praktik bisnis memiliki kontribusi kesehatan terhadap employee wellbeing. Pegaw.ai adalah platform manajemen kebutuhan sumber daya manusia yang komprehensif dan fleksibel. Seluruh proses pembuatan fitur Pegaw.ai sudah melalui tahapan riset standar kebijakan HR di berbagai perusahaan lintas industri. Apapun jenis dan ukuran perusahaan, Pegaw.ai hadir sebagai solusi untuk mengatasi tantangan dan kebutuhan bisnis anda.