Work culture atau budaya bekerja merupakan suatu cara kerja sama pada suatu perusahaan dan diterapkan dalam sehari-hari. Hal tersebut dapat berbentuk bahasa yang digunakan, kebiasaan dan sistem kerja, sampai tata letak ruangan dan bangunan tempat bekerja.

Work culture sangat mempengaruhi sistem kerja tim dalam menjalankan kegiatan bisnis di perusahaan.

Apabila budaya kerja yang dibangun perusahaan tidak tepat atau lemah, maka kemungkinan perusahaan sulit bertahan dan bersaing dengan perusahaan lainnya akan membesar. Membangun dan menerapkan work culture yang baik dan efektif secara konsisten bukan hal yang mudah, karena fokusnya bukan hanya dalam menciptakan suasana kantor yang nyaman.

Berikut adalah kiat-kiat yang bisa Anda terapkan untuk menciptakan work culture atau budaya kerja yang tepat.

 

 

Kiat-kiat Budaya Kerja yang Efisien

  • Membuat visi dan misi perusahaan

Visi dan misi merupakan elemen yang fundamental atau fondasi utama dalam sebuah budaya perusahaan.

Oleh karena itu, langkah pertama dalam membangun budaya kerja dalam sebuah perusahaan adalah menyusun visi dan misi dengan menguraikan nilai yang dipercaya dan tujuan yang ingin dicapai.

 

  • Menciptakan komunikasi yang baik

Setelah menentukan visi dan misi untuk perusahaan, pihak dari perusahaan harus bisa mendistribusikan informasi kepada seluruh pegawai melalui suatu rapat atau newsletter/pengumuman.

Selain itu, usahakan selalu melakukan komunikasi dengan para pegawai untuk memastikan apakah mereka melakukan pekerjaan yang sesuai minat mereka masing-masing.

<img src="employee discussion" alt="work culture yang baik pegawai" />

Komunikasi yang baik tidak hanya terjadi saat bekerja, tetapi juga dalam kegiatan di luar pekerjaan demi mendukung employee satisfaction serta employee wellness.

Contoh simpel seperti mengajak pegawai untuk melakukan aktivitas di luar jam kerja, misalnya netflix hours, makan bersama, ataupun bermain games dapat menjalin serta menguatkanĀ team bonding dan komunikasi di antara anggota tim.

 

  • Pemberian apresiasi dan penerapan konsekuensi

Apresiasi yang diberikan kepada pegawai berguna untuk mengakui dan memberikan penghargaan terhadap pekerjaan yang sudah dilakukan oleh pegawai.

Selain itu, dengan memberikan apresiasi kepada pegawai secara konsisten, pihak perusahaan juga akan menciptakan budaya kerja yang lebih baik.

Sementara itu, konsep ini tidak hanya berlaku untuk pegawai yang menunjukkan kinerja baik. Bagi pegawai yang tidak berhasil mencapai ekspektasi yang telah ditetapkan, maka konsekuensi yang akan diberikan juga akan disesuaikan seperti surat peringatan atau suspension.

 

  • Melakukan penilaian kerja pegawai

Hal ini berguna untuk menilai kesesuaian antara performa dan sikap yang selama ini pegawai tunjukkan dengan visi misi perusahaan. Penilaian kinerja juga mendorong pegawai agar terus bertumbuh sesuai jenjang karirnya.

Ketika sedang menilai pegawai, berikan penilaian yang objektif dan berdasarkan kinerja serta pencapaian mereka. Oleh karena itu, penting untuk mendengarkan apa yang harus karyawan katakan.

Pegawai juga harus terbuka dengan kritik dan saran sebagai bahan untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.

 

  • Perlakukan orang lain dengan baik

Perbedaan dalam perusahaan merupakan suatu hal yang wajar, tetapi semua pegawai berhak untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari sesama pegawai atau pemimpin tanpa peduli posisi, gender, atau tanggung jawab mereka.

Sifat dan sikap yang baik perlu ditanamkan untuk mendapatkan perilaku positif yang penting untuk membangun work culture.

Contoh sederhananya adalah menunjukkan keramahan, tersenyum, serta menunjukkan rasa terima kasih.

Pada dasarnya, pegawai dengan karakter dan kelakuan baik dapat membantu dirinya sendiri untuk lebih mengeluarkan potensi secara maksimal.

 

  • Mengutamakan Tim

Sifat mengutamakan tim dibutuhkan di dalam seorang diri pemimpin.

Seorang pemimpin harus mampu menunjukkan kepada anggota timnya bahwa dirinya mendukung mereka. Hal tersebut dapat dilakukan dan ditunjukkan melalui pembebasan dalam berkreasi serta memberi kesempatan untuk masing-masing pegawai untuk berkembang.

Akan tetapi, kebebasan berkreasi juga harus diiringi dengan pengawasan yang sesuai.

 

  • Memiliki standar dalam perusahaan

Standar dalam perusahaan mencakup standar sikap, operasional, cara berpakaian, serta komunikasi.

Standar tersebut harus bisa dipenuhi oleh seluruh anggota perusahaan agar bisa saling memotivasi dan memberikan contoh baik, hal tersebut akan sangat mendorong membuat work culture yang baik di dalam perusahaan.

 

Salah satu hal lain yang dapat diterapkan untuk membangun work culture yang lebih baik adalah dengan mencukupi kebutuhan pemakaian teknologi di setiap tim.

Pegaw.ai memahami bahwa tugas-tugas administrasi kepegawaian menjadi suatu tantangan tersendiri di tengah situasi yang tidak terduga seperti saat ini. Tugas-tugas HR seperti perhitungan payroll, pengumpulan data absensi, hingga transaksi hari cuti menjadi lebih berat dengan berkurangnya aktivitas bekerja dari kantor.

Oleh karena itu, Pegaw.ai memberikan solusi administrasi HR yang otomatis dan terjangkau. Tuntaskan tugas administrasi HR Anda secara otomatis dan dapat dilakukan darimana saja. Kunjungi website Pegaw.ai untuk info lebih lanjut dan ambil kesempatan coba gratis selama 45 hari.

Copy link
Powered by Social Snap