Sistem gaji harian relevan dengan pegawai atau pekerja harian lepas atau freelancer. Jenis pekerjaan ini pada umumnya populer di tengah generasi yang lebih muda (milenial dan Gen-Z).

Alasan utamanya adalah karena fleksibilitas waktu dan lokasi kerja, selain itu juga dapat memberikan kesempatan dalam menyalurkan minat dan bakat.

Pekerjaan harian lepas atau freelance menjadi salah satu pekerjaan yang diminati oleh generasi tersebut dalam mencari pendapatan serta mengejar pengalaman yang tidak hanya terbatas dari satu perusahaan saja.

 

Ketentuan Penggajian Harian

Gaji yang diterima oleh seorang freelancer juga terbilang menjanjikan, tergantung dari industri yang diikutinya.

Bukan tidak mungkin seorang freelancer dapat menghasilkan uang yang sebanding dengan pekerja fulltime dan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR).

Sebagai freelancer, mereka tidak terikat dengan perusahaan. Namun, perusahaan harus tetap mengontrol pekerjaan mereka karena mereka juga memiliki tanggung jawab yang besar untuk perkembangan perusahaan.

Selain harus memperhatikan pekerjaan mereka, perusahaan juga harus memperhatikan sistem penggajian. Hal tersebut telah diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigras No/KEP-100/Men/VI/2004 tentang Pelaksanaan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Berikut adalah isi dari Keputusan Menteri No. 100 Tahun 2004 Pasal 10 – 12 :

  • Untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu dan volume pekerjaan serta upah didasarkan pada kehadiran, dapat dilakukan dengan perjanjian kerja harian atau lepas. (Pasal 10 ayat 1)
  • Perjanjian kerja harian lepas sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dengan ketentuan pekerja/buruh bekerja kurang dari 21 (dua puluh satu ) hari dalam 1 (satu)bulan. (Pasal 10 ayat 2)
  • Dalam hal pekerja/buruh bekerja 21 (dua puluh satu) hari atau lebih selama 3 (tiga) bulan berturut-turut atau lebih maka perjanjian kerja harian lepas berubah menjadi PKWTT. (Pasal 10 ayat 3)
  • Perjanjian kerja harian lepas yang memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (1) dan ayat (2) dikecualikan dari ketentuan jangka waktu PKWT pada umumnya. (Pasal 11)
  • Pengusaha yang mempekerjakan pekerja/buruh pada pekerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 wajib membuat perjanjian kerja harian lepas secara tertulis dengan para pekerja/buruh. (Pasal 12 ayat 1)

UU ketenagakerjaan juga telah mengatur tentang ketentuan pekerja harian lepas. Maka berdasarkan keputusan menteri dan UU ketenagakerjaan, pekerja harian lepas masuk dalam kategori Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Perhitungan gaji untuk para pekerja lepas harian telah diatur oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Pengupahan No 78 Tahun 2015 Pasal 13 ayat 2 yang berisikan :

  • Bagi Perusahaan dengan sistem waktu kerja 6 (enam) hari dalam seminggu, Upah sebulan dibagi 25 (dua puluh lima); atau
  • Bagi Perusahaan dengan sistem waktu kerja 5 (lima) hari dalam seminggu, Upah sebulan dibagi 21 (dua puluh satu).

 

Sistem Gaji Harian: Contoh Perhitungan

Contoh perhitungan gajinya adalah, sebuah perusahaan memberikan upah terendah kepada pekerja lepas hariannya sebesar Rp2.500.000 sebulan.

Pada bulan maret, pegawai A bekerja selama 15 hari. Perusahaan menerapkan sistem 5 hari kerja seminggu. Perhitungan upahnya seperti berikut:

Upah dalam sehari adalah Rp2.500.000 : 21 = Rp 119.048

Sedangkan upah sebulan pada bulan maret (15 hari) adalah 15 x Rp119.048 = Rp 1.785.720

Pegawai dengan penghasilan kurang dari Rp4.500.000 per bulan atau Rp450.000 per hari akan terbebas dari PPh21 atau pajak penghasilan.

Perhitungan gaji hingga ketentuan tentang pekerja harian telah di atur oleh undang-undang, sehingga jika perusahaan melakukan kesalahan dalam mengelolanya akan ada sanksi yang didapatkan oleh perusahaan.

Perusahaan dapat menggunakan sistem payroll agar tidak kesulitan dalam mengelola penggajian yang memiliki banyak komponen tersebut.

 

Menghitung penggajian harian mungkin lebih mudah dibandingkan perhitungan gaji pegawai tetap dan kontrak waktu tertentu, tetapi Anda tidak harus mengalami kesulitan dan waktu panjang untuk tugas administrasi lainnya.

Sama seperti menghitung penggajian harian, mudahkan perhitungan penggajian bulanan di perusahaan Anda dengan aplikasi yang menawarkan solusi payroll otomatis.

Aplikasi Pegaw.ai memiliki fitur-fitur yang komprehensif untuk administrasi kepegawaian. Pengelolaan penggajian dengan komponen seperti BPJS, Pajak Penghasilan, hingga formulir SPT semua dapat dilakukan dari satu aplikasi.

Kunjungi website Pegaw.ai dan ikuti Coba Gratis Solusi HR Pegaw.ai selama 45 hari!

Copy link
Powered by Social Snap