Work-life balance berguna dalam upaya mendorong peningkatan kinerja karyawan. Hal ini berhubungan dengan penentuan target yang sudah disepakati antara perusahaan & karyawan, serta tuntutan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

Tuntutan tersebut berdampak positif bagi perkembangan karyawan yaitu dapat mengasah dan mempertajam kemampuan yang dimiliki karyawan secara disiplin dan bertanggung jawab yang dapat  mendorong karyawan bekerja menjadi lebih produktif.

Namun, hal ini juga dapat menimbulkan dampak negatif yaitu karyawan dituntut  harus bekerja lebih efisien, cepat, tepat sehingga menyebabkan ritme kerja yang semakin tinggi yang membutuhkan  banyak waktu untuk dapat menyelesaikan pekerjaan. Disinilah work-life balance berperan penting dalam produktivitas.

Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bekerja dalam mencapai target perusahaan, dapat membuat karyawan lupa memberikan waktu untuk dirinya sendiri yang membuat kesempatan untuk beristirahat dan menenangkan pikiran pun menjadi terbatas.

Tak jarang, hal tersebut dapat mempengaruhi aspek kesehatan fisik dan psikis, salah satunya yaitu gangguan psikologis seperti stress.

Oleh karena itu, dalam menjaga kualitas dan komitmen para karyawan yang dituntut untuk mencapai target perusahaan, perusahaan harus dapat mendukung kebutuhan karyawan untuk lebih cerdas dalam bekerja, dengan tidak hanya menuntut karyawan menghabiskan seluruh waktunya bekerja dalam perusahaan. Tetapi juga mendukung karyawannya untuk bekerja secara cerdas dengan tetap produktif dengan cara yang seimbangan.

Sebelum mengulas lebih lanjut mengenai pengaruh Work-Life Balance terhadap produktivitas karyawan, terlebih dahulu membahas lebih dalam apa itu Work-Life Balance.

 

Pengertian Work-Life Balance

Work-Life Balance adalah istilah yang digunakan sebagai salah satu usaha yang dilakukan dalam menjaga keseimbangan dan mengalokasikan waktu secara tepat antara kehidupan kerja meliputi pencapaian target,pekerjaan, karir dengan kehidupan pribadi seperti keluarga, waktu luang, dan kesenangan pribadi.

Adanya Work-Life Balance, membantu dalam meminimalisir terjadinya konflik antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan sehingga peran yang dijalankan dapat berjalan selaras. Karena,  keseimbangan hidup yang buruk akan berdampak menurunnya produktivitas pada karyawan.

 

 

Pengaruh Work-Life Balance bagi produktivitas 

Salah satu upaya yang dapat dilakukan demi keberlangsungan perusahaan dalam mencapai target perusahaan adalah dengan menciptakan dan memelihara kepuasan kerja karyawan. . Hal ini dikarenakan, karyawan yang mempunyai rasa puas, akan  memberikan dampak  yang positif bagi perusahaan, seperti meningkatnya efisiensi dan produktivitas pada karyawan.

Dengan menerapkan komitmen work-life balance, dapat meningkatkan kepuasan kerja pada karyawan.  Sebab, setiap karyawan membutuhkan keseimbangan hidup antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Karena, adanya keseimbangan ini dapat mengurangi terjadinya konflik antar peran pekerjaan dan peran keluarga yang berdampak pada terciptanya perasaan nyaman dan bahagia ketika menjalani aktifitas kedua peran tersebut. Serta Timbulnya perasaan bahagia akan membuat karyawan menjadi lebih produktif dan mampu memberikan inovasi-inovasi untuk kinerja yang lebih baik.

Oleh karena itu, langkah-langkah menjaga keseimbangan ini perlu untuk diterapkan oleh karyawan yang didukung oleh komitmen perusahaan dalam menerapkan work life balance. Karena ketika work life balance dapat diterapkan oleh perusahaan, seorang karyawan dapat menjadi lebih produktif saat melakukan pekerjaannya.

Peran perusahaan dalam mewujudkan Work-Life Balance

banyaknya manfaat yang didapatkan perusahaan dengan memiliki work life balance salah satunya adalah meningkatnya produktivitas. Namun, seiring dengan banyaknya tuntutan pekerjaan yang meningkat, terkadang menyebabkan work life balance menjadi sulit terwujud. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mewujudkan work life balance antara lain:

 

  • Membatasi jam lembur karyawan

Untuk mendukung keseimbangan kehidupan karyawan, perusahaan dapat melakukan pembatasan jam kerja lembur pada karyawan. Hal ini dinilai efektif, untuk mendorong karyawan menyelesaikan pekerjaan secara efisien, mendorong karyawan untuk beristirahat serta adanya fleksibilitas dalam hal kehidupan pribadi. Misalnya dengan  menerapkan jam kerja maksimal pukul 9 malam ataupun membatasi jam operasional kantor.

 

  • Mendorong istirahat singkat pada jam kerja

banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan akan membuang atau memforsir tenaga dan energi karyawan untuk dapat menyelesaikan pekerjaan. Oleh karena itu, dengan memberikan waktu istirahat singkat pada jam kerja dapat membantu karyawan mengembalikan tenaga dan menyegarkan pikiran. Selain itu, membuat karyawan lebih baik dalam melakukan pekerjaannya karena menjadi lebih fokus, tidak terlalu lelah, dan lebih produktif.

 

  • Menentukan  target secara realistis dan jelas

Menentukan target merupakan hal yang krusial dan penting untuk mendorong karyawan dalam bekerja mencapai tujuan. Namun, penetapan target tanpa dasar kalkulasi akan berdampak terhadap terganggunya keseimbangan dunia kerja dan personal pada karyawan yang membuat mereka bekerja lebih keras. Sehingga, Perusahaan yang menentukan target secara realistis dan jelas dapat membantu karyawan dalam mencapai target dengan tenggat waktu dan beban yang tepat, tanpa harus mengorbankan kehidupan pribadinya dalam mencapai target yang berlebihan.

 

  • Memberikan waktu Cuti

Dengan memberikan kesempatan melakukan cuti, dapat mendorong karyawan meluangkan waktunya untuk keluarga ataupun diri sendiri. Upaya ini dapat mendukung dalam menjaga keseimbangan hidup antara pekerjaan dan diluar pekerjaan.

 

  • Menciptakan Fleksibilitas Jam Kerja

Dengan memberikan fleksibilitas pada jam kerja karyawan, dimana karyawan diberikan kesempatan untuk menentukan pilihan sendiri mengenai kapan, di mana, dan bagaimana mereka terlibat dalam proyek atau tugas yang diberikan. Penerapan fleksibilitas pada jam kerja karyawan dapat memberikan kenyamanan dan mendorong mereka untuk bekerja secara optimal.

Oleh sebab itu, sebagai karyawan harus didukung untuk dapat menyeimbangkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Apapun peranan sebagai seorang karyawan, menjaga keseimbangan tugas di kantor dan kehidupan di luar kantor merupakan hal yang sangat penting.

Menjaga agar kehidupan kerja dan kehidupan pribadi tetap selaras dan harmonis, dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang menjadi lebih baik yang berdampak pada produktivitas  karyawan.

 

 

Sebagai aplikasi yang menawarkan solusi otomatisasi bagi urusan administrasi kepegawaian, Pegaw.ai memahami bagaimana tugas-tugas praktisi HR dapat menyita waktu panjang dan dapat berdampak kepada keseimbangan work-life mereka.

Untuk mendukung perusahaan dalam mempertahankan retensi, aplikasi Pegaw.ai memiliki fitur-fitur yang komprehensif untuk pengelolaan administrasi kepegawaian.

Pengelolaan penggajian dengan komponen seperti BPJS, Pajak Penghasilan, hingga formulir SPT semua dapat dilakukan dari satu aplikasi.

Kunjungi website Pegaw.ai dan ikuti Coba Gratis Solusi HR Pegaw.ai selama 45 hari!

Sumber: https://pingboard.com/work-life-balance/#encourage

 

 

Copy link
Powered by Social Snap